SISTEM INFORMASI MANAGEMENT
PROTOCOL MODEL
Disusun untuk melengkapi Tugas Sistem Informasi
Management
Disusun Oleh:
1. Fitri
Destiyanti (15163014)
2. Hari Agusta
Andiananta (15164026)
3. Siti Nur
Hosidah (15264009)
Dosen Pengajar : Asep Jalaludin ST.MM
TEKNIK
INFORMATIKA & SISTEM INFORMASI
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
“MIC
CIKARANG”
2018
DAFTAR ISI
Hal
Hal
Halaman Judul................................................................................................1
Daftar Isi.........................................................................................................2
BAB I 1. Pengertian Protocol.............................................................3
2. Pengertian Osi Layer..........................................................4
3. Manfaat Penggunaan
Model Layereed.......................... ....6
4. Cara Kerja
Model OSI........................................................6
5. Prinsip – prinsip Dsain Protocol.........................................7
6. Standarisasi
Protokol..................... ....................................7
7. Pengertian
TCP/IP...............................................................7
8. Definisi
Masing-masing Layer pada model TCP/IP...........8
9. Model TCP/IP......................................................................9
10. Arah Pengembangan TCP/IP.............................................9
BAB II 1.
Kesimpulan..........................................................................12
2.
Dokumentasi........................................................................12
3.
Pertanyaan pertanyaan.........................................................12
BAB I
1. Pengertian Protocol
Protokol
adalah aturan atau sekumpulan aturan dan standar yang memungkinkan komputer
untuk dapat saling berkomunikasi. Bagi komputer pengirim (sender) maupun
penerima (receiver) yang terlibat dalam sebuah proses pengiriman data, mereka
harus dapat mendeteksi dan menggunakan protokol yang sama. Untuk melakukan
pertukaran data sender dan receiver (host) harus sepakat tentang bagaimana
bentuk dan arti data tersebut, misalya ketika sebuah host mengirimkan data 1
dan 0 ke host lainnya, kedua host harus sepakat tentang arti dari data 1 dan 0
yang dikirimkan itu. Hal ini serupa dengan dua orang yang akan melakukan sebuah
percakapan, mereka harus setuju tentang siapa yang akan berbicara pertama kali,
bagaimana mengungkapkannya, bagaimana memahaminya sehingga dapat dimengerti dan
bagaimana cara mengakhiri percakapan tersebut. Seperti dapat dilihat pada
gambar, kabayan sebagai host mencoba untuk berkomunkasi dengan host lainnya.
Kabayan
mencoba berbicara dengan Kang Kemod
Tugas
yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya
adalah :
·
Melakukan
deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
·
Melakukan
metode “jabat-tangan” (handshaking).
·
Negosiasi
berbagai macam karakteristik hubungan.
·
Bagaimana
mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
·
Bagaimana
format pesan yang digunakan.
·
Yang
harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
·
Mendeteksi
rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan
selanjutnya.
·
Mengakhiri
suatu koneksi.
2. Pengertian
OSI LAYER
Pada
tahun 1977 ISO (International Organization for Standarization) menetapkan OSI
(Open Standard Interconnection) sebagai standar bagi komunikasi data, OSI
adalah sebuah standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita
misalkan suatu model adalah sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya.
Suatu protokol hanya dapat menjawab satu atau beberapa pertanyaan tertentu yang
spesifik atau dengan kata lain suatu protokol hanya melayani suatu lingkup
wilayah yang sangat terbatas. Sebuah protokol tentu saja tidak dapat menjawab
semua pertanyaan yang diajukan oleh sebuah model, akan tetapi dengan
menggabungkan berbagai macam protokol dalam sebuah protokol suite (misalnya
TCP/IP) kita dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh model yang ada.
2.1 Tujuh Layer
Osi
OSI
model dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui
langkah-langkah yang jelas, langkah-langkah ini biasa disebut dengan nama
“layer” dan Model OSI terdiri dari tujuh layer dengan pembagian tugas yang
jelas, ke tujuh layer itu adalah:
1. Aplication
2.
Presentation
3.
Session
4.
Transport
5.
Network
6.
Data-Link
7.
Physical
Tanggung
jawab setiap layer adalah menyediakan servis bagi layer diatasnya, layer yang
berada diatas tidak perlu tahu tentang bagaimana data bisa sampai kesana atau
apapun yang terjadi di layer di bawahnya lihat gambar.
a)
Aplication Layer
Layer paling tinggi dari model OSI
adalah aplication layer, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini,
tugas dari application layer adalah mengatur komunikasi antar aplikasi.
b)
Presentation Layer
Presentation layer adalah
layer yang berada dibawah application layer dan diatas session layer,
presentation layer menambahkan struktur pada paket data yang akan dikirimkan.
Tugas utama layer ini adalah untuk meyakinkan bahwa data atau informasi
terkirim dengan bahasa atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju.
Protokol pada presentation layer dapat menterjemahkan data kedalam bahasa atau
syntax yang dapat dimengerti dan kemudian mengkompres atau mengenkripsi data
sebelum menyampaikan data ke session layer.
c)
Session Layer
Session layer berada di bawah
presentation layer, layer ini bertugas untuk mengontrol “dialog” selama
komunikasi berlangsung, layer ini bertanggung jawab dalam hal bagaimana membentuk
sambungan, bagaimana menggunakan sambungan tersebut, dan bagai mana memutuskan
sambungan yang terbentuk setelah sebuah sesi komunikasi selesai. Session layer
juga menambahkan control header pada paket data selama pertukaran data terjadi.
d)
Transport Layer
Dibawah session layer ada transport
layer, layer ini menjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer
juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket
data diterima.
e)
Network Layer
Network layer yang berada dibawah
transport layer bertanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang
didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer
memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim paket-paket
data dari sumber ke tujuan.
f)
Data-Link Layer
Dibawah network layer adalah
data-link layer, layer dimana data dipersiapkan untuk dikirimkan melalui
jaringan, pada layer ini paket data di kapsulasi dalam sebuah frame (bundle
dari data biner) sebelum dikirimkan. Protokol pada layer ini membantu dalam hal
pengalamatan (addressing) dan pendeteksian kesalahan dari data yang dikirimkan.
Layer ini bertanggung jawab dalam megirimkan data dari satu hoop ke hoop yang
lain. Data-link layer terdiri dari dua sublayer yaitu; sublayer Logical Link
Control (LLC) dan sublayer Media Access Control (MAC). Sublayer LLC adalah
antarmuka antara protokol network layer dengan metode pengaksesan media
misalnya Ethernet atau Token Ring. Sublayer MAC menangani koneksi ke
media fisik seperti twisted-pair atau pengkabelan koaksial.
g)
Physical Layer
Layer paling bawah dalam model OSI
adalah physical layer. Layer ini menjelaskan bagaimana pengiriman dan
penerimaan bit-bit data sepanjang media transmisi seperti; kabel koaksial,
twited-pair, serat optic, gelombang radio atau media transmisi yang lainya.
3. Manfaat
Menggunakan Model Layered (The Benefits of Using a Layered Model)
- Membantu dalam desain protokol
karena protokol yang beroperasi pada lapisan tertentu telah menentukan
informasi yang mereka lakukan dan antarmuka yang didefinisikan ke lapisan
di atas dan di bawahnya.
- Membina persaingan karena
produk dari vendor yang berbeda dapat bekerja sama.
- Mencegah perubahan teknologi
atau kemampuan dalam satu lapisan mempengaruhi lapisan lainnya di atas dan
di bawahnya.
- Menyediakan bahasa yang umum
untuk menggambarkan fungsi dan kemampuan jaringan.
Manfaat menggunakan model berlapis
untuk menggambarkan protokol jaringan dan operasi
4. Cara Kerja
Model OSI
Pembentukan
paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke
presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau
tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun
demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer
dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer
data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan.
Di
host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah
ke layer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil
paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data-link layer,
data-link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim
pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan
di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket
akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke
application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer
ini disebut dengan “peer-layer communication”. Pada gambar dapat dilihat
ilustrasi dari peer-layer comunication.
Proses pengiriman dan penerimaan
data pada model OSI
5. Prinsip-prinsip Desain Protokol
Dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus
dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi
gagal di network.
6. Standarisasi Protokol
Agar protokol dapat dipakai untuk
komunikasi diberbagai pembuat perangkat maka dibutuhkan standardisasi protokol.
Banyak lembaga dunia yang bekerja untuk standardisasi protokol. Yang saat ini
banyak mengeluarkan standardisasi protokol yaitu IETF, ETSI, ITU, dan
ANSIProtokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih
titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak
atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol
mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan
jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.
7. Pengertian
TCP/IP
/IP
adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer
, TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke
Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah
kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.
8. Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP
1. Application merupakan
Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan
akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup
protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS),
Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet,
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol
(SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack
Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi
berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau
NetBios over TCP/IP (NetBT).
2. Transport berguna untuk membuat komunikasi
menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented
atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam
lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram
Protocol (UDP).
3. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data
jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah
Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control
Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas
media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi
transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet
dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di
atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital
Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).
9. Model
TCP/IP
Pada
tahun 1974 Vint Cerf dan Bob Khan dua perintis Internet, mempublikasikan sebuah
tulisan berjudul “A Protocol for Packet Network Interconnection”, tulisan ini
menggambarkan tentang Transmission Control Protocol (TCP). TCP menjelaskan
bagaimana dua buah host dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini
tetap terkoneksi satu sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab
untuk memastikan data diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang
apa yang dikirim dan dikirim ulang (informasi apapun yang tidak berhasil
dikirimkan), jika suatu data terlalu besar untuk dikirim sebagai sebuah paket,
TCP memecah data tersebut kedalam beberapa paket dan memastikan bahwa seluruh
paket yang dikirim dapat sampai di tujuan dengan benar, setelah itu TCP
menyusun kembali paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan kemudian
merekonstruksi data yang dikirim. Pada tahun 1978 percobaan dan pengembangan
lebih lanjut dari protokol ini mengalami banyak kemajuan yang menggiring para
pengembangnya pada sebuah protokol baru yang disebut dengan Transmission
Control Protocol/Internet Protocol.
10. Arah
Pengembangan TCP/IP
TCP/IP telah berkembang sedemikian rupa hingga sampai pada
level yang seperti sekarang. Protokol TCP/IP telah di test, dimodifikasi dan di
tingkatkan dari waktu-kewaktu. Protokol TCP/IP yang asli memiliki beberapa
tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer yang luas dan mudah
dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
·
Independensi
hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh, PC, Mainframe
atau komputer jenis apapun.
·
Independensi
software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan aplikasi
software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host pada suatu situs
untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa memerlukan
konfigurasi software yang sama
·
Rekoveri
kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu memperbaiki
kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol ini harus
mampu mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host manapun di bagian
manapun dari jaringan serta pada point manapun dari pengiriman suatu data.
·
Protokol
yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak tambahan
atribut)
·
Kemampuan
untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.
·
Routable
data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan data
sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan.
TCP/IP telah dikembangkan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan
ini
Empat Layer
TCP/IP
Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan,
karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model TCP/IP
hanya terdiri dari empat layer sebagaimana terlihat pada gambar 4 yaitu:
- Application
- Transport
- Internet
- Network Interface
1)
Aplication Layer
Aplication layer adalah bagian dari
TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses, aplikasi pada layer ini
menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses.
Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet
browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application
layer berinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau
yang lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP
dan HTTP.
2)
Transport Layer
Transport layer menentukan bagaimana
host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua
host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim
acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer
hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control
Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas;
membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan
UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.
3)
Internet Layer
Internet layer dari model TCP/IP
berada diantara network interface layer dan transport layer. Internet layer
berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket.
Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
- Internet Protokol (IP)
- Address Resolution Protokol
(ARP)
- Internet Control Message
Protokol (ICMP)
- Internet Group Message Protokol
(IGMP)
4)
Network Interface Layer
Layer terbawah dari model TCP/IP
adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama dari layer ini adalah
menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan
komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu
host melalui sambungan pada suatu jaringan.
Perbandingan model OSI dengan TCP/IP
TCP/IP dikembangkan dengan mengacu
pada model DoD (Departement of Defense), tidak seperti model OSI model DoD
hanya memiliki empat layer, tapi tetap saja model DoD dapat berfungsi
sebagaimana model OSI. Adapun perbandingan antara model OSI dan TCP/IP.
Perbandingan antara model OSI dengan
model DoD atau model TCP/IP
Aplication layer melingkupi;
Application, Presentation dan Session Layer pada model OSI. Transport layer serupa
dengan transport layer pada model OSI. Internet layer melingkupi network layer
dari model OSI. Network Interface layer melingkupi data-link layer dan physical
layer pada model OSI.
BAB II
1. Kesimpulan
Kemunculan
Internet tidak dapat dipisahkan dari kemunculan jaringan komputer, karena
sejatinya Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat luas yang
melingkupi seluruh dunia (World Wide). Internet telah merevolusi teknologi
komputer dan komunikasi sedemikian hebatnya sehingga dunia kita tidak akan
pernah kembali seperti dulu lagi. Penemuan telegraf, telepon, radio dan
komputer telah meningkatkan level teknologi yang kita miliki, tetapi
menggabungkan semuanya membawa kita ke level teknologi yang bahkan lebih tinggi
lagi. Intenet telah menghapus batas-batas geografis, semua orang dapat saling
berkomunikasi dari mana dan di mana pun mereka berada, hal ini sedikit banyak
telah merubah cara orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain.
2. Dokumentasi
3. Pertanyaan –
pertanyaan
1. Muksin Sanusi
- Apa dampak positif dan negatif dari layer osi ?
2. Ardiyah Desiyanti
- Jelaskan Model DOD 4 layer dan penjelasanya !!
3. Hero Franesa
- Jelaskan pengertian Osi layer
- Tugas 7 Osi Layer




0 comments:
Post a Comment