SYAIR KEMBANG DESA
St.N.H.
Malam semakin kelam atap rumah semakin pekat
semilir angin menyerukan nyanyian nyanyain hampa
terdengar syahdu di telinga telinga damai,
menghempaskan mhkaota diri
menjadi gelombang laut yang indah
disini aku di kota ikhlas
tanah kecil tempat kelahiranku,
desa kecil yang terhimpit jaman,
disini aku hidup tempat kecil,
dimana pertama kali aku menhembuskan nafas kehidupan,
disini menjadi saksi perjalanan
ku Rumah kecil beratapkan genting tanah liat, bumi sebagai lantai
dengan kayu usang menjadi pasak
dan tiang atap langit rumah,
ketika aku masih kanak kanak
sungguh banyak cerita senang sendu yang telah aku lalui,
kini aku tlah beranjak dewasa
seorang anak manusia yang mencari arah kehidupan,
mengikuti setiap perkembagan jaman,
ketika aku mencoba menangkap bayang bayang kehidupan,
ketika aku ingin mewujudkan impian impian masa kecilku,
ketika aku terus berlari
untuk maju aku terhambat terhimpit terjalnya kehidupan,
disini aku tak pernah mencoba untuk membatasi diri
terus mencoba untuk terbang,
walau akhirnya aku terjatuh
dalam bayangan kosong yang mengerikan,
disini dimalam yang sunyi,
ketika semua mata terlelap
hanyut dalam mimpi mipi,
aku bersujud kepada-Mu
dengan bibir yang terus menyerukan nyanyian hati
hanya kepada Engkau lah bibir ini mampu bernyanyi,
karena bibir ini takut kepada telinga telinga pemarah di siang bolong



0 comments:
Post a Comment